Dalam 24 jam terakhir, serangan udara masif yang dilancarkan Rusia ke berbagai wilayah Ukraina dilaporkan menewaskan sedikitnya 16 warga sipil dan melukai puluhan lainnya. Serangan ini melibatkan hampir 700 drone serta puluhan rudal balistik dan jelajah yang menyasar sejumlah kota besar.

Ibu kota Kyiv menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah dengan sedikitnya empat orang tewas, termasuk seorang anak berusia 12 tahun. Selain korban jiwa, lebih dari 50 orang di Kyiv dilaporkan mengalami luka-luka akibat hantaman proyektil dan puing bangunan.

Korban jiwa juga dilaporkan di wilayah lain. Di Odesa, delapan warga sipil dinyatakan tewas. Sementara itu, di Dnipro, serangan tersebut menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya. Satu korban jiwa tambahan dilaporkan terjadi di wilayah Zaporizhzhia.

Pihak Ukraina mengecam keras rangkaian serangan ini dan menyebutnya sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional. Mereka memperingatkan bahwa keterlambatan dalam penerapan sanksi internasional serta tersendatnya dukungan bagi Ukraina hanya akan mendorong agresi yang lebih besar dari pihak Rusia.

Sebagai respons atas eskalasi ini, Ukraina mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil tindakan hukum yang tegas. Pemerintah Ukraina menyerukan kepada seluruh negara untuk bergabung dalam Pengadilan Khusus untuk Kejahatan Agresi (Special Tribunal for the Crime of Aggression) melalui Perjanjian Parsial yang Diperluas di bawah Dewan Eropa guna memastikan adanya pertanggungjawaban dari kepemimpinan Rusia.