BOGOR – Yayasan Doa Yatim (YDY) bersiap menyelenggarakan agenda sosial tahunan bertajuk Amaliyah Ramadhan yang kini memasuki tahun ke-23. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 15 Maret 2026, di Aula Graha Widya Wisuda (GWW), Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Tahun ini, pihak panitia akan menghadirkan Ustadzah Pipik Dian Irawati, atau yang akrab disapa Umi Pipik, sebagai penceramah utama.
Dalam pelaksanaan kali ini, YDY menargetkan penyaluran santunan kepada 3.000 penerima manfaat, yang terdiri dari 2.000 anak yatim dan 1.000 dhuafa. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menegaskan komitmen yayasan dalam memperluas jangkauan kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.
Kegiatan Amaliyah Ramadhan telah menjadi tradisi panjang yang rutin digelar selama lebih dari dua dekade. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025, YDY sukses menyelenggarakan Amaliyah Ramadhan ke-22 dengan tema “Sebutir Kasih, Sejuta Sayang untuk Anak Yatim”. Saat itu, acara menghadirkan Ustadz Ahmad Al Habsyi dengan total 1.000 penerima santunan.
Pendiri Yayasan Doa Yatim, Abi Rahmat, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas konsistensi penyelenggaraan kegiatan ini selama 23 tahun berturut-turut. Ia menekankan bahwa keberlangsungan program ini merupakan hasil sinergi antara yayasan, masyarakat, dan para donatur.
“Ramadhan adalah momentum penting untuk memperkuat solidaritas sosial. Dukungan masyarakat yang konsisten menjadi energi bagi kegiatan ini untuk terus hidup dan berkembang,” ujar Abi Rahmat.
Selain pemberian santunan, rangkaian acara akan diisi dengan sesi tausiyah, doa bersama, dan berbagai kegiatan berbagi kebahagiaan. Kehadiran Umi Pipik diharapkan dapat memberikan inspirasi serta memperkuat nilai-nilai keimanan bagi para peserta. Materi tausiyah nantinya akan menitikberatkan pada pentingnya ukhuwah Islamiyah dan peran umat dalam menebarkan kasih sayang kepada sesama.
Melalui peningkatan jumlah penerima manfaat tahun ini, Yayasan Doa Yatim berharap gerakan ini dapat menjadi pemantik bagi lembaga sosial lainnya untuk terus menggerakkan kepedulian masyarakat. Ramadhan diharapkan tidak hanya menjadi bulan ibadah ritual, tetapi juga menjadi momentum nyata untuk menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.