BOGOR – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Ricky Kurniawan, Lc, menghadiri prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gedung Madrasah Putra di Yayasan Kursiya (Yayasan Asnawiyah), Kabupaten Bogor, Senin (13/4/2026). Pembangunan ini merupakan bagian dari program Kampung Yatim yang digagas pihak yayasan untuk memperkuat akses pendidikan Islam bagi masyarakat.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Kursiya, KH. Dr. Agus Setiawan, Lc., MA; Syech Abdurrahman Mahfal; serta anggota DPRD Kabupaten Bogor, H. Achmad Fatoni, ST. Selain jajaran legislatif, hadir pula kepala desa setempat beserta sejumlah tokoh masyarakat dan ulama sebagai bentuk dukungan kolektif terhadap pengembangan pendidikan berbasis pesantren.

Dalam sambutannya, H. Ricky Kurniawan mengapresiasi langkah Yayasan Kursiya. Ia menilai pembangunan madrasah ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan kompetitif.

"Madrasah adalah benteng moral sekaligus wadah pembentukan karakter anak bangsa. Program Kampung Yatim ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan sarat kepedulian sosial," ujar Ricky.

Ia menambahkan bahwa institusi pendidikan seperti madrasah dan pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Ricky berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar agar para santri, terutama anak-anak yatim, segera mendapatkan fasilitas pendidikan yang lebih layak.

Senada dengan hal itu, Ketua Yayasan Kursiya, KH. Dr. Agus Setiawan, Lc., MA, menegaskan komitmen yayasan dalam memperluas jangkauan pendidikan Islam. Pihaknya berupaya memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan belajar yang setara.

"Kami ingin memastikan anak-anak yatim dan dhuafa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan berkontribusi bagi bangsa," tutur KH. Agus.

Prosesi peletakan batu pertama ini menjadi simbol dimulainya upaya mewujudkan pendidikan Islam berkualitas di wilayah tersebut. Kolaborasi antara pihak legislatif, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat rampungnya pembangunan madrasah yang diproyeksikan menjadi pusat pembinaan generasi Islami di Bogor dan sekitarnya.