JAKARTA – Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) periode 2026-2028 resmi mendorong dua tokoh pendiri organisasi tersebut, Joesdi Ghazali dan Anton Timur Djaelani, untuk dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Aspirasi ini disampaikan di sela peringatan Hari Bangkit (Harba) PII ke-79 yang diisi dengan kegiatan ziarah tokoh.
Jajaran pengurus PB PII melakukan ziarah ke makam salah satu pendiri, almarhum Anton Timur Djaelani, di TPU UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Senin (4/5/2026). Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk refleksi atas perjalanan organisasi yang telah memasuki usia hampir delapan dekade.
Pj Pelaksana sekaligus Komandan Brigade Pusat PB PII, Dandimas Pahamswa, menjelaskan bahwa ziarah ini bertujuan untuk mengingatkan kembali para kader terhadap semangat juang para tokoh alumni PII.
"Pada momen Hari Bangkit ke-79 ini, kami melakukan ziarah ke makam almarhum Ayahanda Anton Timur Djaelani sebagai bentuk refleksi diri dalam mengarungi perjuangan organisasi yang berjuang untuk umat dan bangsa," ujar Dandimas.
Ia menambahkan bahwa refleksi ini ditujukan bagi seluruh kader PII di seluruh Nusantara guna memperkuat ghirah (semangat) perjuangan. Menurutnya, PII memiliki sejarah panjang dengan nilai-nilai kepelajaran, keislaman, dan keindonesiaan yang sangat kuat.
Almarhum Anton Timur Djaelani dikenal sebagai sosok cendekiawan Muslim yang lahir di Purworejo, Jawa Tengah, pada 27 Desember 1922. Selain menjadi tokoh kunci pendiri PII, ia juga merupakan salah satu perintis Program Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sepanjang hidupnya, ia mendedikasikan diri pada dunia pendidikan hingga wafat pada 7 Februari 2009 di usia 86 tahun.
Dandimas mengakui bahwa saat ini banyak kader muda yang mungkin belum mengenal lebih dalam sosok serta lokasi peristirahatan terakhir para pendiri organisasi. Oleh karena itu, PB PII berkomitmen untuk terus memperkenalkan jasa-jasa mereka kepada generasi penerus.
"Mungkin selama ini kami lebih sering berkunjung ke makam almarhum Ayahanda Joesdi Ghazali dan almarhum Ayahanda Ibrahim Zarkasi. Hari ini, kami datang untuk mendoakan serta mengenang jasa pendiri PII lainnya," imbuhnya.
Menutup pernyataannya, Dandimas menegaskan bahwa PB PII akan segera menyusun langkah formal untuk mengusulkan gelar Pahlawan Nasional bagi para pendiri PII, terutama atas kontribusi besar mereka di bidang pendidikan.