BOGOR – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bogor resmi berakhir pada Sabtu (3/4). Agenda ini menjadi momentum krusial bagi regenerasi kepemimpinan partai di tingkat kota sekaligus pemantapan strategi menghadapi kontestasi politik mendatang.
Sekretaris DPC PKB Kota Bogor, H. Edi Kholki Zaelani, menjelaskan bahwa pelaksanaan Muscab kali ini memiliki fokus yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Agenda utama kali ini adalah penyampaian usulan nama calon Ketua DPC PKB Kota Bogor.
"Baru saja selesai kegiatan Muscab. Berbeda dengan sebelumnya, kegiatan hari ini lebih banyak membacakan usulan nama calon ketua," ungkap Edi kepada awak media usai acara.
Berdasarkan penetapan dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), terdapat tiga nama yang diusulkan, yakni petahana Dewi Patimah, Hj. Lusiana Nursiadah, dan H. Edi Kholki Zaelani. Selain itu, melalui proses musyawarah tingkat cabang, muncul empat nama tambahan yang diusulkan oleh peserta, yaitu Paajatirin, drh. Riki Surojun Mino, Suhendar, dan Ahmad Isak.
Ketujuh nama tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada DPP PKB untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). "Ketujuh nama ini akan melalui tahap penilaian oleh DPP. Proses ini akan berakhir dan sekaligus diadakan pelantikan pada tanggal 23 Juli mendatang," jelasnya.
Edi menegaskan bahwa seluruh peserta dan pengurus telah bersepakat untuk menerima apa pun keputusan yang ditetapkan oleh DPP. Ia menjamin soliditas partai akan tetap terjaga pasca-putusan tersebut.
"Apapun keputusan yang diambil DPP, kita sepakat untuk samina waatona, siap patuh dan tunduk kepada siapapun yang nanti terpilih menjadi ketua," tegas Edi.
Saat ini, struktur kepengurusan DPC PKB Kota Bogor masih dipimpin oleh Dewi Patimah sebagai Ketua, Edi Kholki Zaelani sebagai Sekretaris, dan Hj. Lusiana Nursiadah sebagai Bendahara.
Selain membahas kepemimpinan baru, Muscab ini juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk target ambisius pada Pemilu 2029. PKB Kota Bogor membidik perolehan enam hingga tujuh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor.