BOGOR – Koperasi Konsumen Unit Desa (KKUD) Sumber Alam sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-45 untuk Tahun Buku 2025 pada Selasa (31/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, seluruh anggota secara resmi mengesahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus dan pengawas.

Ketua KKUD Sumber Alam, Yayat, menyatakan bahwa seluruh agenda rapat berjalan kondusif. Selain pengesahan LPJ, anggota juga menyetujui Rencana Kerja (RK) serta Rencana Pendapatan dan Belanja Koperasi (RPBK) untuk tahun buku 2026.

“Alhamdulillah, untuk tahun buku 2025 semua berjalan lancar. LPJ pengurus dan pengawas serta RK dan RPBK tahun 2026 semuanya telah diterima oleh anggota tanpa hambatan,” ujar Yayat dalam keterangannya.

Dalam pemaparan kinerjanya, Yayat menekankan bahwa kepercayaan anggota merupakan pilar utama stabilitas koperasi. Saat ini, KKUD Sumber Alam mencatatkan aset sekitar Rp3 miliar, yang didukung kuat oleh simpanan dan tabungan anggota yang mencapai angka Rp16 miliar. Menurutnya, besarnya simpanan tersebut mencerminkan tingginya partisipasi dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan koperasi.

Menatap tahun 2026, KKUD Sumber Alam telah menyiapkan sejumlah program strategis. Salah satu prioritas utama adalah perluasan lahan untuk pengembangan usaha dan rencana pembukaan klinik kesehatan. Fasilitas kesehatan ini nantinya diproyeksikan untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan guna melayani kebutuhan medis anggota.

“Kami ingin menghadirkan klinik KUD Sumber Alam sebagai fasilitas kesehatan bagi anggota. Ke depan, kami berharap anggota dapat memanfaatkan layanan kesehatan tersebut secara maksimal,” tambahnya.

Selain sektor kesehatan, koperasi juga berencana mendukung program pemerintah melalui pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Proyek ini akan dipusatkan di Desa Neglasari dan direncanakan merambah ke wilayah lain seperti Petir dan Purwasari.

Pertumbuhan positif juga terlihat dari sisi keanggotaan. Hingga akhir 2025, jumlah anggota KKUD Sumber Alam melonjak menjadi 1.813 orang, meningkat signifikan sebanyak 600 anggota dibandingkan tahun sebelumnya.

Terkait usulan pemerintah kecamatan mengenai pendirian Sekolah Luar Biasa (SLB), pihak koperasi menyatakan ketertarikannya untuk berkontribusi. Namun, Yayat menegaskan bahwa rencana tersebut memerlukan kajian mendalam, terutama terkait manajemen dan tenaga pendidik. Ia memberikan sinyal kemungkinan pembentukan yayasan khusus sebagai wadah formal institusi pendidikan tersebut.