JAKARTA – Momentum Hari Buruh Internasional atau May Day yang jatuh pada 1 Mei 2026 menjadi perhatian khusus bagi Ir. H. Muhammad Arfan, MM. Mantan Presiden Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) periode 2006-2011 tersebut secara resmi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen pekerja di tanah air.

Arfan menegaskan bahwa buruh merupakan mesin utama penggerak ekonomi nasional yang harus mendapatkan perlindungan serta kesejahteraan maksimal. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa Partai Rakyat Indonesia berkomitmen untuk terus mengawasi dan memperjuangkan kebijakan yang pro-rakyat, khususnya bagi kaum pekerja.

"Selamat Hari Buruh Internasional 1 Mei 2026. Kami memberikan apresiasi yang tulus atas dedikasi seluruh pejuang buruh dan pekerja Indonesia. Perjuangan kalian adalah fondasi kekuatan bangsa ini," ujar Arfan dalam keterangan tertulisnya.

Sebagai tokoh yang pernah memimpin PPMI, Arfan membawa semangat perjuangan tersebut ke dalam struktur Partai Rakyat Indonesia. Bersama tokoh hukum senior, Prof. DR. H. Eggi Sudjana, SH, MSi., ia terus menyuarakan pentingnya keadilan sosial dan penegakan hak-hak normatif pekerja di tengah dinamika ekonomi global.

Keduanya dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam advokasi buruh, termasuk pengalaman menghadiri pertemuan buruh internasional, International Labour Conference (ILC), di Jenewa, Swiss, dalam beberapa kesempatan. Menurut Arfan, perayaan May Day tahun ini harus menjadi pengingat bagi pemerintah dan pengusaha untuk memperkuat kolaborasi demi menciptakan lapangan kerja yang manusiawi.

Di akhir penyataannya, Arfan mengajak para pekerja untuk tetap solid dan bersatu. Ia memastikan bahwa pihaknya akan terus hadir sebagai wadah aspirasi untuk memastikan tidak ada hak buruh yang terabaikan dalam regulasi negara.

"Apresiasi kami bukan sekadar kata-kata, melainkan janji untuk terus mengawal kebijakan agar tercipta kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat, mulai dari buruh pabrik hingga pekerja kreatif," pungkasnya.