JAKARTA – Indonesia dan Prancis resmi memperkuat kemitraan strategis di sektor olahraga melalui peluncuran program FFF x PSSI: Empowering the Next Generation of Women’s Football. Inisiatif ini dirancang sebagai langkah konkret untuk mencetak 500 talenta sepak bola perempuan nasional guna bersaing di panggung internasional, termasuk menyongsong ajang Piala Dunia 2026.
Kolaborasi yang melibatkan Kedutaan Besar Prancis, Fédération Française de Football (FFF), dan PSSI ini bertujuan untuk menjawab tantangan di sektor sepak bola putri, mulai dari keterbatasan akses pelatihan hingga minimnya peluang karier profesional. Selain penguatan aspek teknis, program ini mengusung misi pemberdayaan generasi muda, kesetaraan gender, serta diplomasi olahraga jangka panjang.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi momentum krusial untuk mempercepat kemajuan sepak bola putri Indonesia. Ia menyatakan bahwa kemajuan sepak bola nasional harus diukur dari sejauh mana kesempatan setara diberikan kepada seluruh generasi, termasuk perempuan.
Secara teknis, program ini akan menjangkau lebih dari 500 peserta. Sebanyak 400 pemain akan menjalani pelatihan di Indonesia, sementara 25 pemain terbaik yang terpilih akan melanjutkan pelatihan intensif di Prancis. Selain pemain, program ini juga menyasar peningkatan kapasitas bagi 60 pelatih dan puluhan pengelola olahraga melalui pelatihan serta pertukaran profesional.
Sebagai bagian dari implementasi, klinik pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 11–12 April 2026 di Lapangan Sidolig, Bandung. Kegiatan ini akan menghadirkan pelatih internasional terkemuka, seperti Jean-Claude Lafargue dan Ludovic Debru, serta melibatkan jajaran pemain nasional dan internasional.
Selanjutnya, para peserta terpilih akan bertolak ke pusat pelatihan nasional FFF di Clairefontaine, Prancis, pada Mei 2026. Selain pelatihan di lapangan, agenda tersebut mencakup kunjungan ke berbagai institusi sepak bola dan kementerian terkait untuk memperdalam pemahaman mengenai tata kelola olahraga modern.
Program ini merupakan pengembangan dari inisiatif Bola d’Or Indonesia yang diluncurkan pada 2024. Ke depan, kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara FFF dan Garuda Academy guna membangun sistem pembinaan sepak bola perempuan yang berkelanjutan di Indonesia.