TANGERANG – Sebuah acara spiritual, edukasi, dan gaya hidup komprehensif bertajuk CONNECT – The Strong Minor Project, digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 24–25 Januari 2026. Mengusung tema besar “Modern Struggles”, CONNECT 2026 dirancang sebagai ruang inklusif untuk membantu generasi muda dan keluarga membangun koneksi yang utuh di tengah kompleksitas tantangan zaman modern.
Acara yang diinisiasi oleh The Strong Minor Project ini menghadirkan delapan tokoh agama terkemuka, baik internasional maupun nasional. Figur global yang hadir antara lain Mufti Menk, Syekh Assim Al-Hakeem, Syekh Wael Ibrahim, dan Dr. Muhammad Salah. Mereka berpadu dengan asatiz nasional seperti Ustaz Khalid Basalamah, Ustaz Syafiq Riza Basalamah, Ustaz Abduh Tuasikal, dan Ustaz Sidqi Zimah.
CEO The Strong Minor Project, Ratna Galih, menjelaskan bahwa tema "Modern Struggles" diangkat sebagai refleksi atas kondisi umat saat ini.
“Tema besar ‘Modern Struggles’ kami angkat sebagai refleksi atas kondisi umat di era modern—mulai dari krisis identitas, tekanan sosial, rasa tidak cukup, kelelahan mental dan spiritual, hingga tantangan menjalankan peran sosial di tengah dunia yang serba cepat,” ujar Ratna Galih kepada media di Tangerang, Sabtu (24/1).
Ia menegaskan bahwa Islam tetap relevan untuk membantu umat bertahan dan menemukan makna hidup. Melalui CONNECT 2026, audiens diajak untuk menyeimbangkan iman, akal, emosi, serta tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan Dakwah yang Kontekstual
CONNECT 2026 dirancang sebagai social experience yang komprehensif, mencakup talk discussion, pameran inspiratif, sportainment, hingga showcase multi-produk. Rangkaian acara ini merefleksikan pendekatan dakwah yang hidup dan kontekstual tanpa meninggalkan kedalaman nilai substansi keislaman.
Dari sisi visual, CONNECT 2026 menghadirkan atmosfer dengan tone warna cerah seperti pink, hijau, dan oranye, yang merepresentasikan harapan dan optimisme. Pendekatan ini bertujuan menciptakan ruang yang aman, ramah, dan membumi, sehingga isu-isu berat seperti kesehatan mental dan spiritual dapat dibicarakan tanpa kesan kaku atau menghakimi.
Kolaborasi antara figur global dan lokal ini menjadi upaya menghadirkan perspektif Islam yang tetap grounded dan relevan dengan dinamika kehidupan Muslim di Indonesia—mulai dari isu keluarga, akidah, muamalah, hingga tantangan sosial. Selain sesi di panggung utama, acara ini juga menghadirkan Sofa Chat Session, sebuah format diskusi yang lebih intim dan interaktif, memungkinkan audiens berdialog langsung dengan para narasumber.